Tentang Dasuk Laok


Sejarah Dasuk Laok
Sejarah perjalanan desa dasuk laok begitu sangat panjang, desa yang berada di perbukitan palin utara dari kota sumenep, tapi desa tersebut tak pernah kekurangan apa yang di ingin kan masyarakat sekitarnya, sumberdaya alamnyapun sudah terstruktur dengan baik sehingga pengelohan pertambagan, pertanian dan semacamnya bisa tertata dengan baik.
Saat kami berbincang-bincang dengan salah satu warga disana tentang sejaran dasuk laok: Katanya dulu terdapat seorang yang sangat alim dan sakti yang bernama ju’dulla beliau adalah seorang petapa dimana ia dalam pertapaannya di temani oleh 2 ekor ular besar dan panjang yang mana ekornya ular tersebut ada di bukit gunung muncella dan kepalanya ada di bhujuk phekae, dimana di setiap beliau berludah harus ditaruk di wadah karna takut di kenak injak orang sebab bila di injak akan malah menjadi petaka pada orang tersbut sebab beliau sakti mandaguna dan dimana sampai sekarang tiap tahun masyarakat desa dasuk laok selalu mengadakan do’a bersama di phucuk tersebut yang di sebut rokatan desa demi kemakmuran dan kesejah teraan masyarakat desa dasuk laok.
Setalah kami mendengar cerita dari salah satu warga dasuk laok yang begitu histeris membuat kami terasa penasaran dengan apa yang di paparkan salah satu warga disana, masih ingat dengan sejarah yang pernah kami dengar di desa banujua dimana desa manuaju dulunya juga ada pangeran banuaju dan putri jenang, yang dimana putri tersebut menjadi incaran gundur untuk dijadikan pemaisuinya, tapi dengan pertelongan pangeran banuaju putri jenang pun bisa di selamatkan.
Nah kini dasuk laok juga mempunyai orang yang begitu sakti dan di temani 2 ekor ular dalam sebuah persemidiannya di bukit tertinggi yang berada di desa dasuk laok. Mungkin saat ini apa yang di paparkan oleh salah satu warga disana kini telah terbangun sebuah padepokan di atas bukit, entah lah apa sejarah yang dulu kini bisa terukir dan di bangun dengan baik.
Dan juga salah satu masyarakat disana mengatakan ada 1 asta di bukit tak ada asta lagi di disana kecuali asta tersebut, entah asta yang berada di bukit tersebut adalah seorang yang sangat sakti mandraguna yang di kabarkan hilang tampa kabar. Dan juga di kabarkan bahwa di bukit sana ada juga gua yang dinamakan gua rumah. Kami pun berfikir apakah gua tersebuat adalah gua pertapaan yang pernah di tempati peta yang alim.
Ukiran sejarah demi sejarah kini mengangkang dibenak kami, desa yang saat ini begitu sangat anggun di mata masyarakat, hingga pun kami ingin bernostalgia dengan masyarakat disana. Konon katanya desa tersebut adalah sebuah sarang narkorba tapi dengan sebuah perjalanan masyarakatnya kini bisa membalik cerita-cerita yang menhambar, hingga saat ini desa tersebut bisa menjadi desa yang makmur, dengan beberapa kampung, perubahan menjadi lebih baik lagi. Dan pemuda-pemudanya pun bisa terkordinir dengan baik.
Ketika kami mendengar ocehan masyarakat disana, kami pun merasa takut sebab orang mengatakan disana adalah sarang dari sarang narkoba, tapi kami pun tak percaya denga ocehan orang-orang karna kami tak pernah mendengarnya, kami hanya berantu sias saat mendengar cerita dan sejarah yang terukir di desa dasuk laok. Hingga saat ini desa tersebut menjadi desa yang sangat memegang teguh ajaran agama.
Disana pun berdiri suatu pesantren yang bernama sunan kali jogo, dimana pesantren tersebut bisa mengembangkan ajaran-ajaran para wali yang dulu hingga perkumpulan selalu terlaksana dan mebawa suatu perubahan yang sangat meningkat, hingga kamipun berantusias mengikuti perkumpulan yang di adakan oleh pengasuh pesanteren sunan kali jogo, Abu Saat pengasuh pesantren sunan kali jogo, dia menderikan pesantren tersebut hanya ingin ada suatu perubahan bukan lantas ada keturunan dari sunan kalijogo, tapi Abu Saat itu mempunyai ini siatif yang
 sangat tinggi untunk membawa desanya lbih makmur dengan sebuah pesantrennya, saat Pengasuh pesantren sunan kali jogo mendirikin padepokan di atas bukit Abu Saat mendapat colehan dari masyarakat, dia di bilang gilah, tapi dengan rasa semangatnya ocehan tersebut tak pernah di dengarkan, pade pokan yang didirikan di perbukitan bukan lantas untuk kepentingan dirinya sendiri tapi padepokan tersebut didirikan untuk kepentingan bersama.
Kami sangat berantusias ingin mengetahui padepokan sunan kali jogo yang di bangun di atas bukit, Saat kami mengajak Bu Ruhawa selaku kades dasuk laok dan Pak Ainur Rasyid selaku sekdes dasuk laok di ajak kepedepokan sunan kali jogo begitu indah, padepokan tersebut berdiri kukuh di atas ujung perbukitan, entah kenapa warga di sana membangun pedepokan di atas perbukitan. Apakah sejarah seorang yang alim itu telah di temukan disana dan akan dibangun dengan sempurna. Ingat lagi sebuah sejarah Nabi Nuh yang membuat kapal di atas perbukitan, Nabi Nuh pun saat membuat kapal di atas bukit dia mendapat colehan dari orang-orang, masak kapal di buat di atas perbukitan aneh-aneh saja kan, malah kapal yang dibuat di bukit oleh Nabi Nuh selalu di kencingin dan beol dan sema camnya. Hingga suatu hari terjadi badai yang begitu besar sehingga orang-orang yang pernah menyakiti Nabi Nuh yang membuat kapal
di atas bukit meminta tolong untuk di selamtakan. Sejarah yang tak perlu dilupakan adalah sejarah yang mana saat kita tiada nanti masih bisa di kenang oleh masyarakat sekitar dan seluruh dunia, sejarah harus kita ukir agar kehidupan kita lebih lama lagi. Abu Saat pendiri pesantren Sunan Kali Jogo akan membuat sejarah dasuk laok lebih makmur dan sentosa.
Mendengar cerita lagi bahwa perbukitan yang di bangun sebuah padepokan akan di jadikan sebuah wisata besar desa dasuk laok dalam sebuah perbatasan dengan desa dasuk timur, kami mendengar wisata tersebut akan selesai 2 tahun lagi tak akan begitu lama 2 tahun untuk kita tunggu sebuah wisata yang berdiri tegak nantinya di desa perbatasan dasuk laok.
Desa yang begitu agung dan masyarakatnya yang penuh dengan keramahan, yanjg membuat kami bisa belajar dengan keaneka ragaman bersosial dan bekerja sama, hingga kami pun dapat banyak pengalaman yang di dapat disana, sebab kami belajar bermasyarakat disana dengan begitu teliti dan bimbingan yang selalu di berikan kepada kami, hingga kami pun di anggap sebagai anak atau keluarga disana.
Desa yang terletak di sebuah perbukitan bisa membangun sebuah keagungan bagi masyakatnya dan bagi pengunjung, hingga kami pun tak ingin berpaling melangkah kembali kedesa kami masing, sebab banyak sejarah yang tak pernah terlupakan di desa dasuk laok. 
2.      Visi dan Misi
Visi
Terwujudnya Masyarakat Desa Dasuk Laok yang berahlak Mulia, Sehat, Cerdas dan Sejahtera
Misi
1.      Penempatan agama sebagai sumber Moyivasi dan Inspirasi
2.      Meningkatkan Profesionalisme perangkat Desa sebagai pelayan Masyarakat
3.      Meningkatkan komnikasi dengan segenap komponin masyarakat
4.      Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dari seluruh kekuatan ekonomi, social, budaya, pertahanan dan keamanan
5.      Meningkatkan pelayanan kesehatanmelalui sadar kebersiihan, cepat tanggap untuk berobat dan peningkatan pendidikan dengan tuntas wajib belajar
6.      Meningkatkan potensi pertanian sebagai sumber pendapatan utama masyarakat
7.      Meningkatkan pembangunan guna percepatan pertumbuhan ekonomi memalui perbaikan sarana dan prasarana umum.

3.      Kondisi Geografis

Desa Dasuk Laok merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Dasuk yang mempunyai luas administrasi 5,7 K yang tersusun oleh tiga (3) dusun:
1.      Dusun Maddungan
2.      Dusun Barakma
3.      Dusun Kombang
Batas Wilayah:
Uraian
Desa/ Kelurahan
Kecamatan
Sebelah Utara
Dasuk Barat dan Dasuk Timur
Dasuk
Sebelah Selatan
Mantajun
Dasuk
Sebelah Timur
Mantajun
Dasuk
Sebelah Barat
Nyapar
Dasuk

Adapun pola pembangunan lahan di desa Dasuk Laok sendiri lebih didominasi oleh kegiatan pertanian dan juga kerajinan tangan oleh masyrakat sekitar. Desa Dasuk Laok termasuk daerah dataran tinggi serta memiliki keadaan tanah yang kering dan beriklim tropis. Dalam kegiatan pertanian ini masyarakat mengalami kesulitan dalam proses pengairannya. Karena sumber pengairan di Desa Dasuk ini sangatlah minim. Sehingga masyarakat desa Dasuk Laok kesulitan untuk menanam pati. Kebanyakan menunggu musim penghujan untuk menanam padi. Kebanyakan para masyarakat lebih memilih pertanian seperti jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan lainnya yang membutuhkan pengairan yang cukup sedikit.
Pengolahan lahan di desa Dsuk Loak terdiri dari lahan untuk persawahan, perkebunan, pemukiman penduduk dan lahan kosong. Karena sebagian besar masyarakat desa Dasuk Laok adalah sebagai seorang petani, lahan yang paling luas adalah untuk pertanian atau persawahan. Lahan persawahan didominasi dengan jenis tanaman jagung, kacang tanah, dan juga tembakau. Sedangkan untuk padi hanya dapat dilihat ketika saat musim penghujan. Karena sumber pengairan yang digunakan dalam penanaman padi membutuhkan pengairan yang cukup banyak, sedangkan minimnya pengairan untuk digunakan dalam pengairan di persawahan. Adapun lahan kosong yang tidak digunakan untuk pertanian ataupun sebagai perkebunan