Marning nya Dasuk Laok Sumenep



Jagung merupakan komoditas utama di Desa Dasuk Laok, juga merupakan salah satu komuditi yang cukup sulit untuk dikreasikan menjadi produk olahan. Karena jagung madura mempunyai karakteristik yang kecil dan keras.

Namun, masyarakat Dasuk Laok, mampu mengolah hasil pertanian ini menjadi olahan yang digemari oleh masyarakat madura dan sekitarnya. Orang sekitar biasa menyebut olahan ini “ Marning”. Marning merupakan camilan yang mempunyai rasa renyah dan gurih.

Proses pembuatan marning, diawali dari jagung yang sudah kering dan terpisah dari bonggolnya. Lalu jagung direndam selama 2 hari. Setelah perendaman, dilakukan perebusan hingga tekstur jagung lunak. Kemudian ditiriskan dan dijemur selama 1 satu hari. Setelah kering, jagung digoreng. Dan pemberian bumbu dilakukan setelah penggorengan jagung selesai.

Marning yang diproduksi di Dasuk Laok ini, dijual dalam keadaan setelah dijemur dan siap di konsumsi. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah usaha milik bapak SUGIANTO. Beliau memproduksi marning ini dengan 2 varian rasa. Yaitu : pedas manis dan gurih. Produk ini telah mendapat sertifikat halal serta sertifikat dari DepKes. Usaha ini, berproduksi ketika menerima pesanan. Akan tetapi, usaha tersebut telah memiliki pelanggan tetap.


Pengemasan marning ada 2 ukuran dengan harga Rp.500 dan Rp.4.500.  Pendistribusian sudah mencapai luar kota, diantaranya daerah Surabaya dan Sumatera.

Perkembangan usaha yang dimiliki bapak SUGIANTO sudah cukup baik, akan tetapi perlu adanya inovasi baru guna untuk menguasai pangsa pasar khususnya di Daerah Madura.   
Previous
Next Post »