Balapan kambing ala Dasuk Laok



Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak pulau dengan berbagai budayanya yang beranekaragam. Salah satunya   pulau madura, tentunya juga dengan budayanya yang khas. Budaya madura yang tidak asing di telinga masyarakat  sekitar  adalah karapan sapi.  Selain itu, ternyata di madura terdapat budaya yang tidak kalah unik dari budaya karapan sapi, budaya ini adalah karapan kambing.

Karapan kambing merupakan salah satu budaya yang terdapat di desa dasuk laok. Biasanya karapan sapi diadakan  sekali dalam seminggu dilapangan Dasuk Laok. Karapan kambing yang biasanya jadi ajang lomba mirip dengan karapan sapi. Kambing yang dijadikan untuk perlombaan karapan kambing adalah kambing lokal. kambing ini memiliki tubuh lebih ramping, sehingga bisa berlari dengan cepat. Kambing yang digunakan untuk karapan harus dirawat secara baik, sehingga staminanya tetap terjaga.

Pelaksanaan karapan kambing ini diikuti oleh masyarakat sekitar desa dasuk laok dan diikuti oleh peserta dari kecamatan lain.  semua peserta harus membayar uang pendaftaran yang biasanya RP. 150.000. lapangan yang digunakan untuk karapan kambing berbentuk persegi panjang yang di kelilingi oleh pagar yang terbuat dari bambu. Setiap satu ronde pertandingan diikuti oleh dua kambing yang diberi tanda bendera warna merah dan kuning yang dilepas oleh juru lepas   dari  garis start pada kanan dan kiri lapangan juga diberi tanda bambu  ..... agar lari kambing bisa lurus sampai garis finish yang dijaga oleh panitia perlombaan.  selain itu juga, agar larinya kencang pada saat dikarap kambing diberi berbagai macam aksesoris seperti plastik, dan kaleng bekas yang didalamnya terdapat krikil sehingga saat bergerak bisa berbunyi nyaring dan  menarik perhatian yang memicu kambing larinya kencang.  kambing dinyatakan menang apabila sudah menyentuh garis yang disediakan,  kemudian kambing yang menang di kerap dengan ronde berikutnya hingga mencapai 3 besar,

Tidak hanya itu, yang menarik perhatian masyarakat dasuk laok mengadakan perlombaan tersebut adalah untuk merperebutkan kejuaraan yang membuka peluang bagi pemilik kambing untuk ikut serta pada lomba-lomba tingkat kecamatan

Previous
Next Post »