Kerajinan Keranjang mangga Dasuk Laok


Bambu merupakan salah satu jenis rumput – rumputan yang tingginya mampu mencapai belasan meter. Dengan pertumbuhan yang cukup cepat. Sehingga regenarasinya tak perlu menunggu lama untuk di manfaatkan.

Salah satu pemanfaatan bambu di dasuk laok adalah kerajinan. Dengan kerajinan ini, warga dasuk laok mampu  menambah pundi – pundi keuangan mereka. Dengan begitu, kebutuhan mereka akan lebih terjamin.

Pak selih adalah seorang pengrajin keranjang mangga yang memanfaatkan bambu. walaupun pembuatan keranjang ini hanya berlangsung saat mangga akan berbuah, namun jumlah yang di buat nya tak kecil. Bahkan mencapai 2.000 – 5.000 buah. Jumlah tersebuat akan terus bertambah seiring dengan pesanan yang akan melonjak.

Pak selih tidak memiliki karyawan. Beliau mengerjakannya bersama isteri dan anak nya. Jadi, apabila permintaan membengkak dan tak bisa ia penuhi, maka ia juga memasok keranjang ini dari pengrajin di desa lain.



Kerajinan ini semula berawal dari pembelian bambu seharga Rp. 5.000 per biji. Bambu tersebut di potong dengan ukuran yang pas. Satu bambu bisa menghasilkan 5-7 potongan bambu kecil. Setelah di potong, bambu lalu di belah dan diiris tipis. setelah selesai, dilajutkan dengan penganyaman keranjang.

Proses penganyaman ini mampu menghasilkan total 25-30 keranjang perharinya. Dengan harga jual Rp. 3.500 per biji tanpa tutup keranjang. Tutup keranjang di jual terpisah di pengrajin lainnya.

Walaupun produksi keranjang ini berlangsung saat musim mangga saja, saya berharap produksi kedepannya dapat terus dilakukan sepanjang  musim untuk pemantaan lainnya.

Previous
Next Post »